Abyssus Konstantinopel 1453

fetih1453 muhammad-al-fatih

 

Konstantinopel adalah sebuah wilayah yang terletak di sebelah barat selat Bosphorus dan memisahkan antara benua Asia dan Eropa. Kekaisaran Konstantinopel juga dikenal dengan Byzantium, karena terletak di wilayah Byzantium yang dibangun atas prakarsa seorang pahlawan Yunani Kuno bernama Byzas sekitar abad 14 SM. Pada tahun 324 Kaisar Konstantin membangun kekaisaran Romawi Timur di kota itu untuk lebih mempermudah pengontrolan wilayah Romawi yang luas yang membentang dari Timur ke Barat. Sejak saat itu Byzantium juga dikenal dengan nama Konstantinopel.

Tembok benteng konstantinopel adalah yang terkuat pada masanya. Tidak seperti benteng-benteng kerajaan yang lain, tembok konstantinopel mengelilingi kota sepanjang 14 mil dengan ketebalan tembok tiga lapis dan memiliki ketinggian 15 meter. Pada pemisah tembok dalam dan tembok luar juga terdapat parit sedalam 10 M. Begitu juga di tembok paling depan, sehingga sudah membuat musuh mati lebih dahulu untuk mencapai ke sisi tembok.

Di dalam kota Konstantinopel juga terdapat sebuah gereja megah yang bernama Hagia Shopia. Gereja yang dibangun pada masa Kaisar Justinian pada tahun 537 M ini memiliki bangunan dan kubah yang sangat tinggi. Kubah Hagia Shopia baru bisa dikalahkan setelah Kesultanan Turki Utsmani membangun masjid Sultan Ahmed pada abad 16. Di dalam tembok itu juga konon tersimpan kepala Yohannes Sang Pembaptis dan juga mahkota duri yang katanya dikenakan Yesus saat disalib.

Pada awal bulan april 1453 M, Kesultanan Turki Utsmani dibawah kepemimpinan Sultan Mehmed II menyerang Kekaisaran Konstantinopel. Berikut akan diuraikan fakta-fakta menarik tentang pertempuran tersebut.

  •  Hadist Nabi: Sesuai dengan Hadist Nabi, “Konstantinopel pasti akan takluk, pemimpinnya saat itu adalah sebaik-baiknya pemimpin, dan pasukannya adalah sebaik-baiknya pasukan.” Sesuai dengan hadist tersebut, begitu banyak pemimpin muslim yang ingin membuktikan kebenaran hadist tersebut.
  • The Unbroken Wall: Tembok lapis tiga konstantinopel belum pernah runtuh sejak dibangun pada tahun 324 M. Tercatat 23 kali serangan pernah dihadapi Konstantinopel, mulai dari serangan tentara Persia, tentara Salib, dan juga tentara Muslim.
  • Serangan Tentara Muslim: Sebelum Sultan Mehmed II Bin Murad II dari Turki Utsmani menyerang Konstantinopel, tercatat dalam sejarah, Konstantinopel juga mendapat serangan dari tentara muslim sebelumnya yaitu dari Bani Umayah masa Muawiyah Bin Abi Sufyan dan Sulaiman bin Abdul Malik, Bani Abbasiyah masa Harun Al-Rasyid, Turki Seljuk masa Alp Arslan, serta Sultan Murad I, Sultan Beyazid I dan Sultan Murad II dari Turki Utsmani. Sejak serangan tentara Muslim pertama di bawah pimpinan Muawiyah, Konstantinopel segera memasang Rantai Besi Raksasa pada bagian tembok yang paling lemah di sisi yang langsung berbatasan dengan laut Marmara dan Teluk Tanduk Emas. Dengan adanya rantai besi raksasa itu, kapal-kapal tidak memungkinkan untuk bisa melintas dan menyerang tembok terlemah yang hanya terdiri dari satu lapis.
  • Kepribadian Sultan Mehmed II: Sultan Mehmed II tercatat dalam tinta emas sejarah Islam sebagai seorang Sultan yang soleh. Ia menjabat sebagai sultan pada umur 21 tahun. Ia orang yang cerdas dan tidak pernah meninggalkan shalat wajib dan rawatib, bahkan tahajudnya sejak ia mencapai akil baligh. Ditambah lagi ia tidak pernah menjadi masbuk dalam shalat jama’ahnya. Ia ingin merealisasikan hadist Nabi bahwa pemimpin yang menaklukkan konstantinopel adalah sebaik-baiknya pemimpin.
  • Isolasi: Sebelum melakukan perang dengan Konstantinopel, Sultan Mehmed II melakukan isolasi terhadap konstantinopel dengan membuat sebuah benteng baru yang megah di wilayah kekuasaan Konstantinopel. Benteng itu bernama Rumeli Hisari. Kaisar Konstantinopel tidak tinggal diam, ia mengecam Sultan Mehmed dan langsung meminta bantuan kepada saudara-saudara Kristennya di Barat yaitu Kerajaan Genoa, Kerajaan Venesia, dan Paus Roma Nicholas. Bahkan penguasa Aragon (Portugal) Raja Alfonso siap mengobarkan lagi perang salib melawan Turki Utsmani. Namun, ternyata itu semua hanya gertak sambal. Terlebih Kerajaan Venesia dan Genoa memiliki hubungan dagang yang terjalin cukup baik dengan Kesultnan Utsmani, mereka tidak ingin jalinan bisnisnya hancur hanya karena membantu Konstantinopel.
  • Unifikasi: Mendengar permohonan bantuan yang diminta Kaisar Konstantinopel kepada Paus Roma Nicholas, Paus mengajukan persyaratan kepada Kaisar berupa unifikasi, yaitu Gereja Kristen Orthodoks harus bersatu dengan Kristen Katolik Roma. Persyaratan yang sangat berat untuk Kaisar Constantine walaupun akhirnya ia harus menyetujui syarat tersebut dengan berat hati. Karena sejak terjadinya Skisma Timur-Barat (perpecahan besar dalam agama Kristen) pada abad ke 11, Kristen Orthodoks dan Kristen Katolik selalu bertentangan dan bermusuhan. Kristen Orthodoks menganggap orang-orang Kristen Katolik adalah orang-orang yang angkuh dan sesat, dan orang Katolik pun juga menyatakan hal sama terhadap Kristen Orthodoks. Buah dari proses unifikasi itu sendiri membuat para pendeta dan umat orthodoks murka. Mereka tidak lagi mau pergi ke gereja Hagia Shopia dan mereka juga menentang Kaisar. Bahkan mereka lebih suka melihat sorban putih orang Turki daripada melihat topi kardinal Paus Roma. Rakyat Konstantinopel belum lupa tentang peristiwa tahun 1204 ketika rombongan Kristen Barat yang tergabung dalam pasukan perang salib menjarah dan merampok harta rakyat Konstantinopel, hingga membuat wilayah itu porak-poranda. Setelah melakukan proses unifikasi, orang-orang Kristen Barat mengirim beberapa pasukan untuk membantu Konstantinopel, namun dengan setengah hati dan tidak maksimal.
  • Pasukan Yenisari Turki Usmani: Pasukan Yenisari Turki Usmani terbagi menjadi tiga jenis pasukan.
  • Divisi Sipahi Akinci: Pasukannon-reguler dan asli orang Turki (Infanteri dan Kavaleri)
  • Divisi Kapikulu Ocak:  Pasukan reguler (Infanteri, Kavaleri, dan Pasukan Laut)
  • Divisi Azap dan Bashi Bazouk: Satu-satunyaPasukan non-Yenisari yang direkrut secara sukarela.
  • Divisi Yenisari Khusus: Pasukan elit dan terbaik. Pasukan khusus ini juga digunakan untuk pengawal pribadi Sultan.

Pembentukan pasukan Yenisari sendiri tidak lepas dari kebijakan Dafsyariyah atau dalam istilah lain juga dikenal dengan Devsirme, yaitu sistem perekrutan kaum non-muslim yang menjadi tentara muslim. Kebijakan ini sudah dimulai sejak Sultan Murad I naik tahta. Walaupun pada akhirnya sebagian besar dari mereka memeluk Islam. Yenisari sendiri berasal dari kata Yeniceri yang berarti ‘baru memeluk Islam’.

Jumlah pasukan Sultan Mehmed II kala menyerang Konstantinopel berjumlah 250.000 prajurit dari berbagai macam divisi. Sedangkan pasukan Konstantinopel sendiri hanya berjumlah 10.100 pasukan, sudah termasuk 2000 pasukan utamanya, 700 pasukan khusus dan berpengalaman bantuan dari Genoa pimpinan Giovanni Giustianiani, dan 400 pasukan berbaju besi bantuan dari Venesia pimpinan Giacomo Coco. Ditambah dengan populasi penduduk Konstantinopel yang hanya mencapai 100.000 orang. Kaisar Konstantin menganggap bantuan dari saudara Kristen Baratnya itu tidak maksimal, karena mereka hanya membantu mengirimkan pasukan dalam jumlah yang sangat kecil. Namun begitu tentara Konstantinopel beserta sekutunya tetap berada di atas angin karena mereka berada di posisi dalam benteng dan di tanah yang lebih tinggi dari posisi pasukan Muslim.

  • Meriam Raksasa: Setelah mempelajari pertempuran-pertempuran di Konstantinopel sebelumnya, Sultan Mehmed II berpendapat bahwa tembok Konstantinopel tidak akan runtuh hanya dengan senjata biasa. Lalu ia memakai jasa seniman senjata berkebangsaan Hungaria yang bernama Orban. Ia membuatkan meriam raksasa untuk digunakan dalam pertempuran dengan ukuran meriam 8,2 meter, diameter lubang peluru 70 cm, dan berat peluru 700 Kg. Tak hanya itu, ia juga membuat meriam-meriam dengan ukuran yang lebih kecil dari ukuran meriam raksasa. Untuk menarik meriam raksasa ke Konstantinopel sepanjang 225 KM dibutuhkan 200 pekerja untuk meratakan jalan, 60 sapi dan 200 tentara untuk menariknya. Orban dibayar empat kali lipat oleh Sultan melebihi jumlah bayaran diminta. Segala keperluan hidupnya juga dipenuhi.
  • Kapal Laut: Jenis kapal laut yang digunakan tentara Turki adalah
  • Cektiri atau Cekdirme: Kapal laut tipe galley dan dayung.
  • Yelkenli: Kapal bertipe galleon dengan layar.

Setiap kapal dipimpin oleh Kapudan Bahriye Pasha (Captain of the Sea) yang merupakan lulusan akademi ketentaraan Yenisari.

  • Hari Penyerangan: Pada tanggal 23 Maret 1453, Sultan Mehmed II dan pasukannya bertolak dari Edirne ke Konstantinopel. Tanggal 6 April 1453 Sultan dan pasukannya tiba di Konstantinopel dan mulai melakukan serangan pertama. Pada 11 April iring-iringan senjata berat baru tiba di Konstantinopel. Sebelum penyerangan, Sultan Mehmed II memberikan tiga pilihan kepada Kaisar Constantine Palailogos. Pertama, masuk Islam maka serangan ke tembok Konstantinopel akan dibatalkan. Kedua, membayar jizyah dan tunduk pada syariat Islam. Ketiga, diperangi sampai Allah memenangkan kaum muslim. Namun kaisar tetap memilih opsi perang.
  • Kebuntuan: Pada tanggal 18 april pihak Turki Utsmani mengalami kebuntuan, karena semua penyerangan yang dilakukan baik dari darat maupun laut dapat dipatahkan oleh pasukan Konstantinopel. Namun masalah yang dihadapi oleh pihak Konstantinopel adalah kekurangan bahan makanan, karena Sultan Mehmed II sudah menghentikan semua pasokan makanan dan logistik yang bisa masuk ke Konstantinopel dari pihak luar termasuk dari saudara Kristennya di Barat. Kerajaan Genoa pun sudah enggan membantu Konstantinopel, karena telah diancam oleh Sultan. Walaupun begitu pihak Genoa pada akhirnya tetap mengirimkan bantuan ke Konstantinopel atas desakan Paus Nicholas yang harus membayar bantuan makanan dari Genoa dengan uangnya sendiri. Genoa memberikan bantuan makanan melalui tiga kapal besar. Tiga kapal besar Genoa pada awalnya mendapatkan serangan dari tentara Utsmani, namun tetap berhasil lolos karena kapal-kapal Genoa berukuran lebih besar dibandingkan kapal-kapal Turki Utsmani.
  • Pengkhianatan Wazir Halil Pasha: Kebuntuan yang diterima Turki Utsmani membuat Halil Pasha memberikan masukan kepada Sultan untuk menghentikan penyerangan karena telah terlalu banyak pasukan yang meninggal. Wazir Halil Pasha juga berpendapat lebih baik perang dihentikan dan kembali pulang ke Edirne. Halil Pasha adalah wazir yang telah disuap oleh pihak Konstantinopel untuk meminta Sultan Mehmed II menghentikan penyerangan, ia juga orang yang tidak setuju ketika Sultan pertama kali mengutarakan niatnya untuk menaklukkan Konstantinopel. Beruntung Wazir Zaganosh Pasha tidak menyetujui masukan Halil Pasha, dan memaksa Sultan untuk meneruskan peperangan.
  • Strategi Brilian Yang Lahir Dari Kefrustasian: Setelah dua minggu lebih pengepungan dan penyerangan yang dilakukan oleh pihak Turki Utsmani belum mampu meruntuhkan kokohnya tembok Konstantinopel, ditambah lagi senjata utama mereka meriam raksasa yang sudah tak mampu lagi berfungsi, dan 15.000 prajurit lebih telah gugur, Sultan merasa frustasi. Namun kefrustasian berhasil disembuhkan dengan datangnya dorongan motivasi berupa surat dari gurunya Syeikh Aaq Syamsudin. Dari perenungannya, Sultan lalu melahirkan sebuah strategi brilian dan luar biasa. Ia memerintahkan pasukannya memindahkan kapal-kapal besar Turki Utsmani melalui bukit Galata menuju tembok konstantinopel terlemah yang berbatasan dengan Teluk Tanduk Emas. Disebut tembok terlemah karena itu satu-satunya tembok Konstantinopel yang hanya memiliki satu lapis tembok, namun dilindungi oleh rantai-rantai besi yang dipasang sejak penyerangan pertama kaum muslim masa Dinasti Umayah, sehingga membuat kapal-kapal Turki Utsmani tidak bisa melintas ke arah tembok terlemah itu.

Baru pada tanggal 22 April 1453, pasukan Turki Utsmani berhasil menyeberangi 72 kapalnya melalui bukit Galata dalam waktu satu malam menuju tembok terlemah. Hingga pada akhirnya tembok terlemah bisa diserang. Melihat keadaan ini, Kaisar kembali meminta bantuan kepada kerajaan Genoa dan Venesia. Bantuan 4 kapal dari dua kerajaan itu baru masuk ke perairan Konstantinopel pada tanggal 28 April 1453. Namun sebelum empat kapal itu merapat, meriam-meriam Turki Utsmani telah membuat kapal-kapal itu rusak parah. Kapal-kapal Venesia karam, dan kapal Genoa kembali pulang. Mendengar berita itu, Kaisar Konstantinopel merasa geram dan menyuruh pasukannya melakukan pembunuhan terhadap 260 tawanan tentara Turki Utsmani dari atas benteng yang disaksikan dari jarak jauh oleh para tentara Turki Utsmani dan juga Sultan. Kaisar pun juga menangis karena tidak ada lagi bantuan yang datang dari saudara Kristennya di Barat. Ia menyadari bahwa persatuan dalam agamanya adalah persatuan semu.

  • Penambang: Sultan juga memerintahkan para penambang dari Serbia untuk menggali terowongan bawah tanah, agar para pasukan bisa masuk dari bawah tanah dan melakukan penyerangan. Namun strategi ini dapat terbaca oleh pihak Konstantinopel dan gagal.
  • Kendali Penyerangan: Setelah menguasai tembok terlemah di sisi teluk tanduk emas, Pasukan Turki Utsmani terus melakukan penyerangan tanpa henti, dan hanya beristirahat saat waktu shalat. Ia membagi pasukannya ke dalam beberapa bagian. Ketika satu pasukan sudah terlihat kelelahan, ia akan memerintahkan pasukan yang lainnya untuk melakukan penyerangan. Pada saat malam harinya, sebelum beristirahat para pasukan mengisi waktunya dengan shalat tahajud dan membaca Al-Quran.
  • Antara Bulan Sabit dan Hodegetria: Sedari awal pihak Turki Utsmani telah mewarisi sebuah keyakinan pada keturunannya bahwa penaklukan konstantinopel dilambangkan dengan bintang di tengah-tengah bulan sabit. Ini adalah mimpi yang mendatangi pendiri Kesultanan Turki Utsmani yaitu Ustman, dan diceritakan kepada anaknya Orhan bin Ustman, hingga kepada keturunannya sampai ke Sultan Mehmed II. Pada malam itu, bintang di tengah-tengah bulan sabit muncul. Hal ini dijadikan sebuah pertanda baik oleh Sultan Mehmed II bahwa tembok Konstantinopel sesaat lagi akan runtuh.

Sementara di pihak Kristen Konstantinopel, Kaisar memerintahkan para pendeta agar mengadakan suatu upacara persembahan kepada Bunda Maria. Karena penduduk Konstantinopel begitu percaya bahwa wilayah mereka dilindungi oleh Bunda Maria. Mereka mempercayai jimat Hodegetria, yaitu lukisan Bunda Maria dan anaknya Yesus diusung keliling kota untuk mendapatkan pertolongan dari langit dan mengusir musuh.

  • Serangan Pamungkas: Hari senin 28 Mei 1453 Sultan dan para pasukannya melakukan puasa sunnah, dan pada tanggal 29 Mei 1453 Sultan melakukan serangan pamungkas ke kubu Konstantinopel. Sultan membagi pasukannya dalam dua gelombang. Pasukan pertama yaitu pasukan non-reguler yang merupakan pasukan terbesar Turki Utsmani. Sedangkan pasukan kedua ialah pasukan regular yang lebih terlatih dan memiliki perlengkapan lebih baik. Pasukan non-reguler akan menyerang tembok Mesoteichion, yaitu antara gerbang St. Romanus dan gerbang Charisian. Untuk pasukan reguler akan menyerang Istana Blachernae serta gerbang Militer II di sebelah selatan tembok. Pasukan laut juga diperintahkan menyerang melalui laut Marmara dan teluk Tanduk Emas.

Penyerangan dilakukan secara bertahap, ketika satu pasukan telah kelelahan, pasukan lainnya siap menggantikan. Namun semua usaha itu belum mampu juga membobol tembok Konstantinopel, dan belum ada satu pun prajurit yang mampu merangsek masuk ke dalam tembok. Hanya tersisa satu pilihan untuk Sultan, yaitu pasukan khusus Yenisari yang hanya tersisa 7000 prajurit. Ini adalah harapan terakhir Sultan. Hingga akhirnya pasukan khusus Yenisari yang dipimpin oleh Hasan Ulubat berhasil merangsek masuk ke dalam tembok Konstantinopel dan mengibarkan bendera Turki Usmani di atas gerbang St. Romanus. Hanya dalam waktu 15 menit, 30.000 pasukan Turki Utsmani sudah berada di dalam benteng. Konstantinopel pun akhirnya runtuh dan kalah pada tanggal 29 Mei 1453 atau 20 Jumadil Ula 857 H saat waktu fajar, jimat Hedogetria sama sekali tidak bertuah. Nasib Sang Kaisar pun tidak jelas selepas kekalahan itu, apakah ia mati terbunuh atau melarikan diri. Yang pasti jasadnya tidak ditemukan.

  • Pesan Sang Sultan: Ketika Konstantinopel telah ditaklukkan, rakyat Konstantinopel banyak mengungsi di dalam gereja Hagia Shopia, namun Sultan menjamin tidak akan ada rakyat yang dibunuh, tidak akan dipaksa untuk masuk Islam, dan rumah-rumah tidak akan dijarah, serta gereja-gereja tidak akan dihancurkan. Hingga pada akhirnya rakyat berani keluar dari pengungsiannya. Banyak dari mereka yang masuk Islam secara suka rela karena perlakuan lembut Sultan dan pasukannya kepada mereka.
  • Nasib Hagia Sophia: Gereja megah Hagia Shopia dijadikan oleh Sultan Mehmed II sebagai masjid. Sultan dan pasukannya melakukan solat jumat di Konstantinopel pertama kali di Hagia Sophia.
  • 5700 Peluru dalam 52 Hari: Tercatat 5.700 peluru telah terlontar ke tembok Konstantinopel melalui mulut meriam Turki Ustmani dalam pertempuran selama 52 hari.
  • Constantine dan Helen: Konstantinopel dibangun oleh Kaisar Flavious Constantine pada 324 M dan runtuh pada masa Constantine Palailogos pada 1453 M. Nama ibu dari dua kaisar itu pun sama, yaitu Helen. Konstantinopel berakhir setelah 1.143 tahun, 10 bulan, dan 4 hari.
  • Islamobol dan Al-Fatih: Nama Konstantinopel diubah oleh Sultan Mehmed II menjadi Islamobol yang berarti ‘Kota Islam’, dan sekarang lebih terkenal dengan nama Istanbul. Sultan Mehmed II tercatat dalam tinta emas sejarah Islam sebagai Sultan Mehmed Al-Fatih, atau lebih dikenal dengan nama Muhammad Al-Fatih yang berarti “Muhammad Sang Penakluk”, umurnya masih 22 tahun ketika itu. Ia dan pasukannya juga yang dimaksud dalam hadist Nabi, “sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan”.

 

Referensi:

Alatas, Alwi. Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel. Jakarta: Zikrul, 2005.

 

Ash-Shalabi, Ali Muhammad. As-Sulthan Muhammad Al-Fatih, Faatihul Qunstantiniyyah. Kairo: Darul Tauzi’ wa Nasyrul Islamiyyah, 2006.

 

Ash-Shalabi, Ali Muhammad. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah. Jakarta: Al-Kautsar, 2003.

 

Y Siauw, Felix. Muhammad Al-Fatih 1453. Jakarta: Khilafah Press, 2011.

 

 

Garang Adib Dipantara

Gombak, Selangor, 7 Desember 2012.

 

11 thoughts on “Abyssus Konstantinopel 1453

  1. Saya kagum dgn kisah” ISLAM yg telah di hadistkan.. ApLgi Trhdap sosok muhammad al- fatih.. Ssngguhnya ‘ tuhan maha esa Lgi maha bijaksana yg sLaLu mnciptakan makhLuk yg slalu brkhendak di jalannya yg sejak dlu smpai kiamat nnti..

    Adakah setelah ini?? Saya mendapatkan cerita kisah yg sma tentang seorang sosok yg bernama dajjaL brikut dgn sang imam..!!

  2. Sultan Anjing……Iblis
    Pada Masa itu terjadi juga pemaksaan islam….
    mau bukti ????lihat saja turki sekarang…, yang gadalah gambaran islam dulu

  3. Ping-balik: Fakta-Fakta Tentang Perang Salib Yang Menarik | GilerKentang

  4. saat islam turki utsmani menyerang konstantinopel kristen orhodoks tidak musnah, tapi berpindah markas, kemana markasnya?? St. PETERSBURG/MOSKOW adalah markasnya yg dipimpin oleh TZAR AGUNG, dengan KEKAISARAN RUSIA-nya yang pada akhirnya menghancurkan turki utsmani pada abad ke 19.

  5. subhanallah..rindu dengan pemimpin seperti beliau. kapan khilafah tegak kembali.. janji Allah itu pasti.. tinggal menunggu waktu.. Imam Mahdi akan hadir menegakkan Islam di bumi ini..
    Allahu Akbar..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s