Realita Manzikert 1070

Image

Image

Pertempuran Manzikert adalah sebuah pertempuran besar yang terjadi pada 483 H atau bertepatan dengan bulan Agustus 1070 (ada juga yang mengatakan tahun 1071) antara Kesultanan Turki Seljuk dan Kekaisaran Romawi Timur Konstantinopel. Manzikert itu sendiri mengacu kepada sebuah tempat bernama Manzikert, Armenia.

Pertempuran itu sendiri disebabkan oleh takluknya beberapa wilayah yang ada di dalam kekuasaan Romawi Timur oleh Turki Seljuk seperti Armenia, Georgia, dan Syam utara juga selatan. Berikut akan diuraikan beberapa fakta menarik dalam pertempuran besar tersebut.

  • Alp Arslan: Ia adalah pemegang kendali pemerintahan Turki Seljuk setelah meninggalnya Tughril Baek, pamannya. Alp Arslan dikenal sebagai orang yang cerdik, murah hati, dan cinta kaum fakir miskin. Ia juga dikenal sebagai sosok yang selalu mencari sebab-sebab kemenangan dari segi maknawi dan materi. Lawannya dalam pertempuran Manzikert adalah Kaisar Romanus Diogenes.
  •  Membenci Syi’ah: Sebelum pertempuran Manzikert, Alp Arslan juga telah menaklukkan kota Aleppo. Sebuah pemerintahan kota yang menginduk kepada Dinasti Fathimiah yang beraliran Syiah di Mesir. Ia memaksa pemimpinnya Mahmud bin Saleh bin Muradas untuk kembali mengakui pemerintahan Dinasti Abbasiyah yang berpusat di kota Baghdad.
  • Jasa Alp Arslan: Sejak menaklukkan Aleppo, nama Alp Arslan begitu ramai disebut-sebut dalam khutbah Jumat. Karena sejak saat itu wilayah-wilayah yang telah terbebas dari cengkraman Dinasti Fathimiyyah yang Syiah mulai meninggalkan ucapan “Hayya ‘alal ‘amal” (tambahan ini merupakan tambahan azan dalam aliran Syiah setelah ucapan “Hayya ‘alal falah”).
  • Strategi Alp Arslan Sebelum Memulai Pertempuran: Sudah menjadi ciri dari Sultan Alp Arslan yaitu ia tidak akan menaklukkan atau mengekspansi wilayah baru selama ia belum yakin kalau wilayah-wilayah yang telah ia taklukkan telah bersikap loyal dan setia kepadanya, juga berada dalam kesejahteraan yang cukup.
  • Hari Jum’at: Seorang ulama bernama Abu Nashr bin Abdul Malik Al-Bukhari Al-Hanafi dalam perang Manzikert mengatakan kepada Alp Arslan bahwa sebaiknya pertempuran dilaksanakan pada hari Jumat di saat para khatib sedang berdoa di atas mimbar untuk kemenangan kaum mujahidin.[1]  Hal ini juga merupakan kebiasaan yang dicontohkan Rasulullah ketika memulai perang. Muhammad Al-Fatih juga memulai perang dengan Konstantinopel pada hari Jumat yang juga disebut sebagai sayyidul ayyaam.
  • Pakaian Putih: Pada saat peperangan, Alp Arslan memakai pakaian serba putih. Ia berharap jika ia terbunuh dalam pertempuran maka pakaian itulah yang menjadi kain kafannya.
  • Jumlah Pasukan: Menurut Ibnu Katsir, pasukan Romanus adalah pasukan gabungan yang terdiri dari Romawi, Perancis, dan Georgia. Pasukan itu terdiri dari 35 ribu Bitriq (komandan pasukan Romawi), 100 ribu penunggang kuda, 35 ribu pasukan Perancis, 15 ribu pasukan yang bermarkas di Konstantinopel, 100 ribu tukang seruling dan penggali lubang, 1000 pasukan kuda pekerja, 1400 gerobak pengangkut senjata, 200 orang yang khusus mengurus senjata tempur yang berat seperti pelempar batu dan manjaniq. Jumlah mereka kurang lebih 300 ribu. Sedangkan pasukan Alp Arslan tak lebih dari 20 ribu pasukan saja.[2]
  •  Peperangan: Sebelum peperangan dan ketika sudah berhadap-hadapan dengan musuh, Sultan Alp Arslan bersujud kepada Allah dengan melekatkan wajahnya ke tanah dan kemudian berdoa kepada Allah. Akhirnya, pasukan Konstantinopel yang berjumlah kurang lebih 300 ribu berakhir dengan kekalahan.
  • Sang Kaisar Tertangkap: Kaisar Romanus tertangkap dan dibawa ke hadapan Sultan Alp Arslan. Sultan menamparnya tiga kali sambil mengatakan,

“Jika saya menjadi tawananmu, apa yang akan kau lakukan terhadapku?”

“Pasti semua yang buruk-buruk.” Jawab Kaisar.

“Lalu apa yang akan aku perbuat menurut prasangka kamu?” Lanjut Sultan.

“Mungkin kau akan membunuhku dan mengambil tebusan dariku, lalu mengirimku ke negeriku.” Jawab Romanus.

“Tidak ada yang aku inginkan darimu kecuali tebusan darimu.” Jawab Sultan.

Romanus menebus dirinya dengan jumlah 150 ribu dinar. Kemudian berdiri di depan Sultan dan memberi minum kepada Sultan sambil mencium tanah di depan Sultan. Dia kemudian mencium tanah ke arah dimana Sultan berada sebagai rasa hormat. Sultan sendiri memberinya 1000 dinar sebagai bekalnya untuk pulang dan menyuruh beberapa komandan pasukannya untuk mengantarnya sampai dia selamat ke negerinya. Sultan sendiri juga turut mengantarnya sampai sejauh 4 mil.[3]

  • Pengaruh Pertempuran Manzikert: Pertempuran ini sangat berpengaruh dalam masa-masa selanjutnya. Di mana mental Konstantinopel sudah cukup hancur dengan kekalahan telak ini. Peristiwa ini juga melemahkan pengaruh Romawi Timur di Asia Kecil yang merupakan wilayah-wilayah strategis Konstantinopel. Ini sangat membantu untuk melemahkan dan menghancurkan kekaisaran Konstantinopel secara berangsur-angsur di bawah kekuasaan penerus Turki Seljuk, yaitu Turki Ustmani.

Referensi:

Allouche. The Origins and Development of Ottoman-Safavid Conflict. Michigan: University Microfilm International, 1985.

Ash-Shalabi, Ali Muhammad. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah. Jakarta: Al-Kautsar, 2003.

Muir, Sir William. The Chaliphat. New York: AMS Inc, 1975.

Y Siauw, Felix. Muhammad Al-Fatih 1453. Jakarta: Khilafah Press, 2011.

Yatim, Badri. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.

Zaidan, Jurji. History of Islamic Civilization. New Delhi: Kitab Bhavan, 1978.

 

 

 

Febri Priyoyudanto

Gombak, Selangor, 10 Desember 2012.


[1] Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyah, oleh Ali Muhammad Ash-Shalabi, hlm 21.

[2] Bangkt dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyah, hlm 19.

[3] Ibid: hlm 20.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s