Dekonstruksi Darwinisme

imagesimages

 

 

 

Teori Evolusi ciptaan Charles Darwin yang berasal dari bukunya The Origin of Species tahun 1859 sangat mempengaruhi pemikiran dunia tentang asal-usul manusia pada abad modern. Teori rusak itu begitu banyak mengambil hati pemikir Barat hingga tidak sedikit dari filusuf Barat yang menjadikannya sebagai sandaran landasan berpikir. Berbagai paham-paham nista di dunia telah lahir sebagai anak haram dari Rahim Darwinisme seperti fasisme, atheisme, komunisme, satanisme serta materialisme.

Jika dipandang dalam perspektif Islam, Teori Evolusi Darwin jelas bertentangan dengan penciptaan Adam sebagai manusia pertama di dunia. Berbagai teori yang diciptakan oleh para pemikir muslim sudah banyak dipublikasikan untuk meruntuhkan teori Darwin. Salah satunya adalah teori Harun Yahya, seorang penulis dari Turki yang cukup gencar melakukan perlawanan terhadap teori Darwin dengan pemikirannya yang bersumber dari Al-Quran dan hadist serta basis ilmu pengetahuan yang berkaitan dengannya.

Di sini saya akan mencoba meruntuhkan teori Darwinisme melalui bingkai ilmu Sejarah kuno dari berbagai macam sumber yang saya dapatkan. Berikut bukti-bukti sejarahya:

  • Tahun Diturunkannya Nabi Adam ke Dunia
    • Nabi Adam diturunkan ke dunia sekitar tahun 12000-11000 SM dan hidup selama 960 tahun.[1] Ini menurut perhitungan yang dikaitkan dengan Nabi Nuh yang merupakan keturunan ke 10 Nabi Adam dan memiliki umur 950 tahun, dan usia yang dimiliki manusia pada zaman tersebut adalah rata-rata 300-1000 tahun. Pada tahun 7000 SM Nabi Nuh merasakan masa “banjir bandang Sumeria”.[2]
    • Hal ini sangat bertentangan dengan teori evolusi Darwin yang menyatakan bahwa ditemukannya tulang-belulang yang telah berusia 4 juta tahun dari jenis manusia Pithecanthropus Erectus oleh Eugene Dubois tahun 1891 di Trinil, dan Homo Sapiens yang ditemukan di gua Cina. Secara otomatis, Teori Adam, the first human ini juga menolak manusia-manusia purba dari daerah lainnya termasuk dari manusia purba Jawa Homo Erectus Paleojavaniscus yang ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin tahun 1936 di daerah Sangiran, Solo Jawa Tengah.
  • Wilayah Dipertemukannya Nabi Adam dan Siti Hawa
    • Menurut kesepakatan ulama Muslim, Nabi Adam diturunkan di India, dan Siti Hawa diturunkan di Jeddah, inilah salah satu penyebab penamaan kota “Jeddah” yang berarti “nenek tua” yang sekarang berada di wilayah Arab Saudi. Keduanya dipertemukan di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi modern. Disebutkan dalam kitab Ara’is al-Majlis karya Al-Tsa’aibi, Allah mewahyukan kepada Adam: “Aku memiliki tanah haram (terhormat) dalam posisi sejajar dengan singgasana-Ku (Arasy). Karena itu, datanglah kesana dan berkelilinglah (thawaf) sebagaimana dikelilinginya singgasana-Ku. Shalatlah di sana sebagaimana dilaksanakan shalat di sisi singgasana-Ku. Disanalah Aku memperkenankan doamu.” Maka berangkatlah Adam ke arah yang dimaksud dengan bimbingan dari Malaikat Jibril. Imam Thabari meriwayatkan, dari India, Adam berangkat menuju Makkah, lalu ia mencari Hawa. Keduanya mendekat di Muzdalifah (mendekat), lalu mengetahui dan saling mengenali di Arafah, untuk berkumpul di Jama’i. Jabal Rahmah yang berarti bukit atau gunung kasih sayang, diyakini umat islam sebagai tempat bertemunya antara Nabi Adam dan Hawa, setelah terpisah selama puluhan tahun sejak diturunkan dari surga. Seperti diketahui sebelumnya keduanya adalah penghuni surga. Al-Imam Al-Auza’ie meriwayatkan dari Hasan bin Athiyyah bahwa Adam dan Hawa menangis ketika turun di bumi selama 60 tahun karena menyesali berbagai kenikmatan di surga yang tidak didapati lagi oleh keduanya di bumi ini. Keduanya juga menangis karena menyesali dosa yang dilakukan oleh keduanya. Demikian Ibnu Katsir meriwayatkannya dalam Al-Bidayah Wa Al-Nihayah, jilid 1 hlm 74.
  • Mesopotamia, Peradaban Tertua di Dunia
    • Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al-Isra ayat 70, “dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” Juga surat At-Tin ayat 4 yang berbunyi, “sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
    • Ilmu Sejarah dan arkeologi membuktikan bahwa Peradaban tertua yang ditemukan dalam Sejarah adalah sebuah Peradaban besar yang bernama Mesopotamia yang terletak di sebagian besar Negara Iraq modern. Pembangunan Peradaban tertua yang banyak mempengaruhi Peradaban Mesir kuno ini tercatat sudah ada sekitar 4000 SM, atau bahkan lebih tua dari itu.[3] Jika dikaitkan dengan dipertemukannya Nabi Adam dan Siti Hawa di Arafah, sangatlah masuk akal jika keduanya membangun keturunannya di wilayah sekitar Mesopotamia yang letaknya berbatasan langsung dengan kawasan Hijaz. Karena di kawasan Mesopotamia diapit oleh dua sungai Eufrat dan Tigris sebagai sumber air bagi kehidupan dan perairan. Keadaan sebaliknya di wilayah Arafah Hijaz, kawasan yang diliputi padang pasir dan tidak memiliki sumber air. Air zam-zam sebagai sumber mata air satu-satunya di kawasan tersebut baru ada saat zaman Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail yang masih dalam usia susuan berhijrah ke baitul haram.
    • Lagi, jika diadu dengan teori Darwin yang menyatakan bahwa manusia purba yang hidup pada masa empat juta tahun yang lalu hanya mampu menghasilkan kapak perimbas, kapak genggam, alat serpih, atau alat-alat tulang. Sebegitu bebalkah manusia ciptaan Tuhan yang disiapkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Dalam masa jutaan tahun mereka sama sekali tidak mampu menciptakan sebuah Peradaban yang besar satupun. Ini adalah sebuah tanda tanya besar yang tidak mampu dijawab oleh para Darwinis ortodoks dan kaum atheis.
    • Perlu diketahui, selain wilayah Mesopotamia yang mengandalkan sungai Eufrat dan Tigris untuk membangun peradabannya, terdapat pola yang sama pada peradaban tua lainnya seperti Mesir kuno yang mengandalkan sungai Nil, Peradaban Indo-Aryan di sungai Hindus, juga Peradaban Cina yang mengandalkan sungai Kuning dan Yangtze. Kalau kita perhatikan letak wilayah Penyebaran Peradaban tua tersebut, letaknya tidak terlalu berjauhan. Hal ini dikarenakan sifat orang dulu yang jika telah menikah, mereka lebih memilih untuk meninggalkan wilayah lamanya dan mencari wilayah-wilayah baru. Hal lain yang menyebabkan penyebaran mereka adalah ketika berakhirnya zaman es pada tahun 1100 SM yang menyebabkan naiknya permukaan sungai ke daratan yang telah menjadi tempat hunian manusia pada masa itu.[4]
  • Wilayah Penyebaran Nabi dan Rasul.
    • Sebanyak 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Quran, diutus di empat wilayah, yaitu di Jazirah Arabia, Mesopotamia, Syam dan Mesir. Yang terbanyak diutus di wilayah Syam (Suriah, Palestina, Yordania, Libanon) dan Mesopotamia yang meliputi wilayah Iraq, Suriah dan sebagian Yordania modern, jumlahnya mencapai 12 orang. Mereka adalah Luth, Ishak, Ya’kub, Ayub, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakaria, Yahya, dan Isa AS. Hal ini dapat dipahami karena bangsa tertua di dunia berasal dari Mesopotamia, bukan dari Afrika, Cina, atau Jawa dalam bentuk pitecantropus erectus, homo sapiens, atau paleojavaniscus seperti yang dinyatakan oleh para Darwinis
    • Di wilayah Mesopotamia juga berdiam bangsa Sumeria dan Bangsa Semit (yang menurunkan bangsa Akkadia, Amori, Babilonia, Assyiria, Israel, dan Arab). Semua bangsa-bangsa ini dikenal dengan bangsa-bangsa tertua di dunia.

Nabi Adam memang bukan mahluk berakal pertama yang diciptakan oleh Allah. Sebelumnya Allah telah menciptakan Jin dari api yang mempunyai akal dan nafsu, namun dimensi kehidupan mereka berbeda dengan dimensi manusia, dan mereka pertama kali diturunkan di dunia di daerah Maisan, daerah antara Bashrah dan Wasith.[5] Sedangkan malaikat yang diciptakan Allah dari cahaya hanya mempunyai akal namun tidak memiliki nafsu.

Lalu sebuah pertanyaan besar akan muncul di dalam benak kita tentang mahluk seperti apakah yang hidup di dunia sebelum Nabi Adam, mengingat umur bumi yang sudah mencapai jutaan tahun. Seperti apakah mahluk ciptaan Tuhan yang mampu bersanding dengan hewan-hewan besar yang fosilnya telah banyak ditemukan oleh para paleontologis seperti jenis dinosaurus. Milik siapakah kerangka-kerangka tengkorak yang ditemukan pada masa abad modern yang dituduhkan oleh para Darwinis sebagai mahluk hasil dari evolusi manusia. Jawaban sederhananya adalah itu merupakan mahluk ciptaan Allah yang bentuk tubuhnya menyerupai manusia, namun itu bukan jenis manusia. Mungkin itu hanyalah jenis kera besar yang hanya mempunyai volume otak yang sangat kecil dibandingkan dengan otak manusia. Karena Islam telah menetapkan sebuah hukum Sejarah yang jelas bahwa manusia pertama ciptaan Allah adalah Nabi Adam A.S.

 

Febri Priyoyudanto

Selangor, 11 April, 2013.


[1] Umar Sulaiman Asyqor, Shahihul al-Qishash: Kisah Seputar Para Nabi (Surabaya: Pustaka Elba).

[2] Susan Wise Bauer, The History of the Ancient World: From the Earliest Accounts to the Fall of Rome (USA: W.W. Norton, 2007)

[3] Lihat Stephen Bertman, Handbook to Life in Mesopotamia (January 2003). Bandingkan dengan Susan Wise Bauer, The History of the Ancient World: From the Earliest Accounts to the Fall of Rome (2007)

[4] Susan Wise Bauer, The History of the Ancient World: From the Earliest Accounts to the Fall of Rome, hal. 2.

[5] Thabrani meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar. Begitu juga dengan hadist berikut: Ketika Allah menurunkan Adam, Dia menurunkannya di tanah India. Kemudian dia mendatangi Makkah, untuk berhaji kemudian pergi menuju Syam (Syria) dan meninggal di sana.”(HR. Thabrani)

8 pemikiran pada “Dekonstruksi Darwinisme

  1. anda tidak menjelaskan mengapa tinggi nabi Adam 60 hasta (30 meter) sedangkan tinggi manusia saat ini rata rata hanya 1,6 meter. Bagaimana logika anda menjelaskannya?

  2. Oke cukuplah… Apa yg anda paparkan tetap tidak dapat meruntuhkan teori evolusi.. Adam hawa itu hanya ada di kitab2 suci tidak ada dalam jurnal2 ilmiah.. Cerita seperti itu diyakini dan diimani saja, lagipula teori evolusi bukanlah dogma yg tidak bisa dibantah… Saya menekankan, teori evolusi adalah teori ilmiah, jika anda ingin membantah, bantahlah dgn kaidah ilmiah bukan berdasarkan dogma….

  3. Para penganut ideologi Darwin dapat menulis sebanyak mungkin buku yang memperdayakan dengan rumusan khusus, membuat sebanyak mungkin fosil palsu, membuat sebanyak mungkin propaganda bukti ilmiah penciptaan yang mereka pilih ataupun membuat poster dengan ilustrasi fantastis dan menampilkan ini sebagai pameran evolusi di seluruh dunia, tapi tidak satupun dari cara ini akan mampu mengubah kenyataan dari kekalahan ideologi mereka Hal itu karena para penganut ideologi Darwin TIDAK MAMPU MENGHASILKAN SATUPUN PENJELASAN TENTANG BAGAIMANA TERJADINYA SEBUAH UNSUR PROTEIN. Kemungkinan adanya sebuah unsur protein, unsur paling penting dalam mahluk hidup, ada dengan sendirinya adalah NOL, ini karena ADALAH PENTING bagi LEBIH DARI 100 PROTEIN dapat terbentuk, dalam sebuah rangkaian proses, sehingga memungkinkan terjadinya sebuah unsur protein tunggal, dan teori Darwin tidak dapat menjelaskan adanya struktur komplek yang agung dan menakjubkan yang terdapat pada protein. Faktanya bahwa sebuah unsur protein tidak dapat terbentuk tanpa adanya unsur protein yang lain, ini SUDAH CUKUP UNTUK MERUNTUHKAN IDEOLOGI DARWIN. Tetapi upaya percobaan teori evolusi untuk menghancurkan kejadian sesungguhnya sebuah unsur protein makin menjadi.

  4. Sebagai bukti: DNA adalah faktor penting pembentukan protein DNA tidak dapat terbentuk tanpa adanya protein Protein tidak dapat terbentuk tanpa adanya DNA Protein tidak dapat terbentuk dengan tiadanya unsur protein yang lain Protein tidak dapat terbentuk dengan tiadanya salah satu unsur protein yang terlibat dalam pembentukan protein Protein tidak dapat terbentuk tanpa ribosome Protein tidak dapat terbentuk tanpa RNA Protein tidak dapat terbentuk tanpa ATP Protein tidak dapat terbentuk tanpa mitokondria yang membentuk ATP Protein tidak dapat terbentuk tanpa inti sel Protein tidak dapat terbentuk tanpa sitoplasma Protein tidak dapat terbentuk tanpa adanya bagian tunggal dalam sel Protein penting untuk semua bagian dalam sell
    terbentuk dan berfungsi Tidak mungkin ada protein tanpa bagian- bagian ini Sederhananya adalah bahwa, SELURUH BAGIAN SEL ADALAH PENTING UNTUK PEMBENTUKAN PROTEIN. ADALAH TIDAK MUNGKIN TERBENTUK SEBUAH PROTEIN TANPA ADANYA BAGIAN-BAGIAN SEL, yang kita lihat sebagai sebuah struktur yang sangat komplek, namun hanya sedikit yang dapat kita pahami.

    1. sy cabar anda untuk tunjukin contoh fosil yg membuktikan teori evolusi.. silahkan kalo mmg ada. haha… ” teori evolusi memaparkan hasil temuan disertai dengan fosil” anda ngerti gak mengapa teori evolusi itu masih dibilang teori? anda faham gak ap itu mksud teori?

  5. penelitian ilmiah sifatnya dialektik mas, penelitian terus berlanjut, bisa bertahan juga bisa runtuh loh termasuk darwin. Mungkin maksud nya mas teori juga sebuah kesepakatan, para ilmuwan, lalu “sesuai kesepakatan ulama” adalah tafsir kebahasaan? Dan, kalau nama homo sapiens, australopitecus digunakan secara general untuk tujuan klasifikasi catatan penemuan, saya juga ingin tanya ttg sejarah penamaan manusia pertama bernama adam dan hawa itu kronologisnya bgmn ya mgkn masnya bisa bantu saya cari jawaban? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s