Stilistika Puisi Aruna Syaira “Malam Ini”

1929234_43378088690_6557_n

Malam Ini

Dimanakah engkau malam ini

Sudahkah terlelap senyuman itu

Keindahan yang selalu terkenang menghiasi malamku

Kemanakah labuhanmu malam ini

Akankah sedang menggelitik desiran rinduku

Di kala pejaman ini terasa sunyi tanpa desahan nafasmu

Di sini aku menyapamu setiap malam

Selalu dan akan terus berkaca

Saat aku melihatmu di dalam diriku

Mengecup impian kita

Di sinilah aku berlabuh saat malam

Di antara indahnya nelangsa dan debaran hasratmu

Berirama ku senandungkan lewat alam

Di sinilah kita berada

Antara aku, kau, dan malam

Aruna Syaira merupakan penyair ekspresionis dan romantis. Seperti halnya penyair bergaya tersebut, pada setiap puisi ciptaan Aruna Syaira mengandung aroma makna yang konkret dan kuat tentang ekspresi perasaan dan alam. Unsur metafor menjadi ciri kuat puisi-puisi Aruna. Puisi “Malam Ini” menuangkan alunan perasaan sang penyair yang memiliki arus romantisme yang padat. Puisi tersebut dapat dianalisis melalui kajian stilistika sebagai berikut:

Tema puisi “Malam Ini” menggambarkan tema kerinduan. Pesan kerinduan jelas terekam pada awal-awal bait puisi,

Kemanakah labuhanmu malam ini
Akankah sedang menggelitik desiran rinduku
Di kala pejaman ini terasa sunyi tanpa desahan nafasmu

Bila menelisik lebih jauh puisi Aruna Syaira ini, puisi ini tidak hanya menuangkan rasa kerinduan di setiap baris puisinya, namun juga mengungkapkan implisitas rasa kesedihan yang mendalam. Kerinduan yang mengandung rasa kesedihan itu tertuang pada bait,

Di sinilah aku berlabuh saat malam
Di antara indahnya nelangsa dan debaran hasratmu
Berirama ku senandungkan lewat alam
Di sinilah kita berada
Antara aku, kau, dan malam

Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa makna yang terkandung dalam puisi “Malam Ini” merupakan sebuah ungkapan dan isi hati penyair yang merasakan kerinduan yang dalam.

Dalam hal ritme atau irama, puisi “Malam Ini” tidak terlalu menekankan pada masalah ritme. Namun penekanan pada kata “Malam” yang disatu-padukan dengan alam merupakan isyarat bahwa sang penyair adalah romantis sejati. Begitu pula tentang rima, Aruna tidak berpegang pada aturan rima puisi yang ajek. Ia membebaskan tiap baitnya dengan menggunakan rima tak beratur sebagai ciri puisi modern.

Aruna begitu mengeksplorasi gaya metafora dalam puisi ini. Hal ini dibuktikan pada bait terakhir puisi yang berbunyi,

Berirama ku senandungkan lewat alam
Di sinilah kita berada
Antara aku, kau, dan malam

Metafora implisit dari kata “Malam” mengkiaskan sebuah makna kerinduan dan kesedihan yang selalu dirasakannya saat malam. Malam demi malam yang selalu mengukir hati nelangsanya dan menyapa kesedihannya dalam rasa kerinduan yang kuat.

Biografi Penyair:

Aruna Syaira lahir di Jakarta, 16 Oktober 1985. Walaupun pendidikannya bukanlah berlatar belakang kesusastraan, namun Aruna telah menggandrungi dunia puisi sejak kecil. Ia begitu menekankan pada gaya-gaya ekspresionis dan romantis. Kecintaannya pada keindahan alam semakin menekankan dirinya pada sastra puisi romantis. Selain itu, Aruna juga pernah aktif dalam kelompok teater Akar. Sebuah kelompok teater aktif yang dimiliki Universitas Al-Azhar Indonesia. Sejak tahun 2007-2008 ia menyatakan diri pensiun dari panggung teater, namun dia tidak pernah berhenti mencintai dunia teater.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s